Review


MOTOBATT VS CHAMPION

Banyak rekan-rekan yang bertanya pada saya, “Bro aki apa bro yang bagus buat motor?”, pastinya dengan indikator nilai yang outputnya besar dan tahan lama. Menurut saya ada 2 merk aki yang kualitasnya cukup bagus yaitu merk MOTOBATT dan merk CHAMPION. Dan menurut hasil pengetesan saya di lintasan balap dengan pengapian total loss yang meniadakan spul dan kiprok kedua merk ini cukup bagus hanya saja terakhir saya lebih banyak menggunakan merk CHAMPION karena lebih kecil dan ringan. Setelah saya timbang aki CHAMPION tipe GTZ-5S ini hanya berbobot 450gram berbeda dengan Aki MOTOBATT yang berbobot 1550gram dengan tipe MTZ5S tetapi harga aki CHAMPION lebih mahal yaitu seharga tiga ratus ribu rupiah sedangkan aki MOTOBATT hanya dua ratus delapan puluh ribu rupiah. Dan aki MOTOBATT  memiliki varian yang lebih banyak dengan harga yang lebih bersahabat. Kedua tipe aki ini adalah aki yang sudah aktif alias siap pakai di satu sisi keuntungannya adalah lebih cepat dalam pemasangannya kekurangannya adalah kita tidak bisa tau persisnya sejak kapan aki tersebut aktif sehingga apabila mendapat aki dengan stok lama pastinya umurnya tidak akan sepanjang yang baru aktif. Aki MOTOBATT adalah salah satu sponsor balap Yamaha di Indonesia, menurut pihak MOTOBATT aki ini dapat menjadi sponsor balap Yamaha karena aki ini dapat bertahan lebih lama di sirkuit pada saat pengujian dibandingkan aki merk lain.

10363_10207046803082536_2999584680697069461_nmotobat

 

SHOCK S-LINE RACING BOY

Di acara D’Event kami juga melakukan pengetesan terhadap shock R15 dari Racing Boy tipe S-Line, shock ini terlihat biasa tetapi memiliki fitur ‘click’ yang dapat mengatur kemampuan rebound shock tersebut. Banyak juga yang bertanya maksud dari rebound tersebut. Rebound dibutuhkan oleh seorang rider disaat dia melakukan cornering, pada saat itu peran shockbreaker sangat berpengaruh terhadap kemampuan rider untuk memaksimalkan kecepatannya di tikungan. Pada saat memasuki tikungan pastinya seorang rider akan melakukan pengereman, disini lah peran shock terjadi dimana pastinya shock akan melakukan rebound dimana posisi shock akan tertekan. Shock yang bagus ketika ia tertekan, ia akan kembali secara perlahan, tidak seperti shock standar yang reboundnya sangat cepat sehingga sang rider merasa tidak stabil. Ketika dilakukan uji coba oleh rider seeded Sefanya Iqbal Siregar aka Fanya Oxs #169 di Sentul Karting sang rider awalnya ragu karena shock ini tidak memiliki tabung seperti shock-shock lainnya tetapi ternyata ia cukup puas dengan performa shock ini dan shock ini dapat diseting dengan mudah. Ketika putaran pertama melibas tikungan-tikungan tajam Sentul Karting dia merasa shock terlalu keras kemudian diputaran berikut kita kendurkan dan ternyata hasilnya memuaskan dipadu dengan power 25dk yang dihasilkan oleh R15 dengan piston diameter 62mm sehingga mampu mendapatkan satu lap dengan hanya satu menit nol koma delapan detik.

eb6c7c01c4e98e1f2578f9959463b973_XL4

 

ECU BRT JUKEN 3

Di akhir bulan Maret 2016 saya mendapat pesan dari negeri Jiran, mereka tertarik dengan ECU buatan Cibinong yaitu BRT JUKEN3 yang diproduksi oleh Bintang Racing Team. Akhirnya tanggal 10 saya berangkat ke Kuala Lumpur dengan membawa 20 ECU MX King yang di Malaysia bernama  Y15ZR. ECU ini keunggulan utamanya adalah sangat murah dimana ECU lain harganya antara dua sampai tiga juta. ECU ini cukup merogoh kocek tidak sampai satu juta rupiah.

ECU_Juken_3_Yamaha_R15_BRT_-_Idr750

Ada beberapa variabel yang dapat dimodifikasi di dalam ECU ini. Yang pertama adalah BASE MAP yaitu nilai awal injector menyemprot dalam satuan waktu pada setiap putaran gas. Kedua adalah FUEL, variabel yang digunakan untuk memodifikasi nilai pada BASE MAP yang unit satuannya adalah persen. Ketiga adalah LIMITER yang gunanya untuk membatasi putaran mesin. Keempat adalah INJECTOR TIMING yang menentukan kapan injector disemprot dengan satuan derajat. Kelima adalah IGNITION TIMING yang menentukan kapan busi menyala dengan satuan derajat.

12932911_10207780600427011_8227620000918279600_n13094340_10207897019697420_765483479564413435_n

 

ELIG BRAKE PAD

Salah satu faktor penting di dalam balap adalah pengereman. Pengereman yang tepat dengan usaha yang seminimal mungkin sangat dibutuhkan oleh rider.Dan salah satu produk yang sedang berkembang pesat di Indonesia adalah kampas rem ELIG. Kampas rem ini sedang ramai diperbincangkan karena mengandung unsur ceramic. ELIG sendiri sudah ada sejak 1998 dan mempunyai 2 pabrik di dunia yaitu di Taiwan dan di Vietnam. ELIG telah memiliki standar internasional manajemen mutu yaitu ISO 9001 dan TS 16949. Bahan Ceramic ini memiliki partikel yang lebih halus dibandingkan yang beredar di pasaran dan umur pemakaiannya pun lebih awet. Memiliki daya cengkram yang lebih di berbagai suhu dengan titik pengereman yang lebih dekat serta tidak berisik. Kelebihan ini dapat memperpanjang usia cakram. Kampas rem ELIG pun masih tetap kami gunakan di lintasan sejak November 2015 sampai saat ini dan masih memberikan hasil yang terbaik.

Elig Pad11063470_10206774995927527_5637810109853467822_n

 

CDI BRT

Sebelum era injeksi, motor karburator menggunakan CDI racing untuk meningkatkan performa pengapiannya. Salah satu CDI favorit saya adalah CDI BRT karena CDI ini after salesnya paling terjamin diantara merk lain. CDI digital  buatan PT. Trimentari Niaga yang bermarkas di Cibinong ini menggunakan microchip buatan NXP Founded by Philips Semiconductor dari Belanda. Versi terbarunya bernama Powermax hasil penyempurnaan generasi sebelumnya dengan kurva pengapian yang lebih stabil  dan presisi sehingga tenaga yang dihasilkan lebih besar dan efisien. CDI BRT diriset diatas mesin Dynojet 250i buatan Amerika dan diatas lintasan balap. CDI Racing BRT memiliki beberapa fitur utama yaitu :

Fuzzy Logic – Algoritma sistem kendali pintar yang dirancang untuk mengendalikan kurva pengapian hingga kurva pengapian lebih presisi dan mengikuti perubahan putaran mesin hingga 1 rpm sekalipun akibatnya mesin menjadi lebih stabil dan bertenaga  serta hemat bahan bakar.

Flash Digital Technology – Powermax dikendalikan microprocessor  berbasis teknologi flash yaitu komputer dengan akses memori super cepat sehingga CDI dapat beroperasi sampai 20.000RPM.

Blue Eyes – Sensor biru yang dapat mendeteksi kondisi besaran tegangan supply yang masuk ke CDI bila terjadi kelainan  antara battery/kiprok/spul.

Automatic Low Voltage Protection –  Konsep baru yang dikembangkan untuk melindungi kerusakan CDI yang diakibatkan oleh accu tekor atau kelebihan tegangan.

Stand By – Fitur ini berfungsi untuk menonaktifkan CDI bila dalam waktu 60 detik tidak ada gerakan dari poros engkol sehingga lebih hemat accu. Dengan standy by mode ini kelistrikan akan menajdi lebih aman karena tidak ada loncatan bunga api pada sisa busi yang terjadi pada saat kontak di ON kan.

RF-ID – Untuk mengidentifikasikan keaslian produk, kami menanamkan chip RF-ID di dalam CDI yang berisikan data-data produksi. Radio Frequency Identification yang idgunakan berbasih Philips Semiconductor . BRT adalah pertama dan satu-satunya yang menggunakan teknologi ini di dunia.

Dengan ini semua keuntungan dari menggunakan CDI BRT adalah :

  1. Meningkatakan tenaga kuda hingga 20persen
  2. Meningkatkan respon dan akselerasi
  3. Powerband bertambah hingga 2.000RPM
  4. Hemat pemakaian aki hingga 30persen
  5. Hemat bahan bakar hingga 30persen

 

CDI BRT

 

PROLINER RACING EXHAUST

Salah satu knalpot favorit saya adalah Proliner TR-1, modelnya cukup simple dan elegan. Knalpot berbahan stainless ini difinishing dengan teknik sand blast sehingga menghasilkan warna menyerupai bahan titanium. Knalpot yang bermarkas di Cikupa ini cukup berprestasi hingga dipakai oleh tim Yamaha Factory Philippines. Soal suara memang sangat sangar apalagi performanya pasti lebih sangar tetapi untuk rekan-rekan yang mau  menggunakan Proliner untuk harian tidak perlu khawatir karena  Proliner menyediakan DB Killer sehingga suara dahsyat raungan knalpot ini dapat diredam dibawah batas yang ditentukan yaitu 80 decibel. Untuk menebus  Proliner konsumen tidak perlu kembung kempis mengambil nafas karna knalpot ini dibanderol sangat murah yaitu hanya antara enam ratus lima puluh ribu rupiah sampai satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah.

12507259_10207082923785531_3443959764149924062_n 13043499_1108138222569763_1329294173481431193_n

12985416_1108138435903075_5125066933197679098_n 10399379_1038616996197906_4500998747617421388_n

 

BRT IMAX DIGITAL SMART KEY – IMMOBILIZER ANTI MALING HEMAT AKI

Hampir setiap minggu saya mendapat kabar dari rekan-rekan di grup bahwa terdapat motor hilang dicuri. Hal ini tentunya sangat membuat kita khawatir apalagi apabila terjadi sama motor kesayangan kita yang udah modif sekeren-kerennya eh digondol si maling. Salah satu alat buat mencegah si maling itu adalah  BRT IMAX DIGITAL SMART KEY. Satu hal yang sangat saya suka dari anti maling ini adalah alat ini tidak mengkonsumsi daya dari aki sangat banyak sehingga tidak seperti alat pengaman lain yang seringkali bikin aki trouble. Sistem kerjanya cukup mudah  sama seperti sistem immobilizer mobil-mobil mewah. Yaitu cukup mendekatkan smartkey dengan receiver yang sudah kita pasang di dalam motor. BRT Smart Key menggunakan teknologi canggih berbasis Radio Frequency Identification hasil rekayasa dari Philips Semiconductor yang tahan benturan dan goncangan. Simulasinya adalah apabila kunci motor kita dijebol dengan kunci T, alarm motor akan berbunyi dan walaupun kontak sudah berada pada posisi ON motor tidak akan menyala karna sinyal pulser terputus untuk menghidupkannya kita harus menempelkan Smart Key pada receiver. Dengan begitu sinyal pulser akan tersambung dan alarm pun akan mati. Soal wiring jangan khawatir karna kabelnya dirancang dengan standarisasi Jepang dengan kekuatan tarik hingga 25Kgf. Socketnya disesuaikan dengan motor yang diinginkan sehingga tidak perlu memotong kabel yang memungkinkan terjadinya arus pendek.

banner-smartkey-725x430px-725x430 imgres

 

PERBEDAAN BUSI DENSO IRIDIUM DAN NGK IRIDIUM

Salah satu jenis busi yang paling laris di Indonesia adalah busi Iridium. Busi yang berharga seratus ribu ini dipercaya dapat menyemburkan tenaga lebih besar daripada busi standar. Perbedaan mendasar dari busi iridium dengan busi standar adalah bahan dasar elektrodanya. Busi iridium berbahan iridium dan busi standar berbahan tembaga. Bahan iridium ini memiliki ketahanan panas yang lebih tinggi dibandingkan bahan tembaga. Dan untuk NGK dan DENSO sendiri perbedaannya terdapat pada lebar elektrodanya dimana DENSO ukurannya hanya 0.4mm sedangkan NGK 0.6mm. Untuk finishing menurut saya DENSO lebih rapi dibandingkan NGK walaupun keduanya sama-sama Made in Japan. Yang terpenting dalam pengaplikasian busi Iridium adalah jangan menggunakan kode yang salah. Selalu gunakan yang sesuai dengan kode busi standar baik dari tinggi rendah elektrodanya maupun dari tingkat panas busi tersebut. Karena pengaplikasian yang tidak tepat menghasilkan performa yang tidak tepat pula. Selain itu untuk mesin yang menggunakan karburator menurut saya lebih baik apabila sedang dalam tahap tuning karburator sebaiknya gunakan busi standar dulu. Apabila sudah menemukan setingan yang baik baru beralih ke iridium karena busi iridium yang terkena dampak setingan yang kurang baik seperti kebasahan akan memperpendek umur busi tersebut karena menurut pabrikan busi Iridium memiliki umur pengaplikasian yang lebih panjang dibandingkan dengan busi standar.

Denso IridiumNGK Iridium

 

HONDA CBR650F – DAILY SPORT BIG BIKE
 
Saat ini dunia otomotif Indonesia sedang ramai oleh motor-motor berkapasitas mesin diatas 250cc. Pasar ini menarik Honda juga ikut masuk ke dalam pasar ini dan menurut saya Honda menciptakan motor-motor berkapasitas mesin besar yang memang sangat nyaman dipakai harian. Salah satunya adalah CBR650F. Kesan awal desainnya headlamp dan fairing motor ini cukup simple nampak seperti Kawasaki Ninja250 Mono dengan badan yang lebih besar. Desain fairingnya elegan tidak terlalu tajam. Joknya yang menyatu cocok untuk membawa boncengan. Posisi riding yang tidak terlalu menunduk nyaman untuk dibawa touring dan harian. Posisi mesin 4 silinder yang menonjol dengan dengungan gas yang khas menambah kesangaran dari CBR650F. Penempatan  knalpot yang berada di bawah mesin membuat para awam kebingungan mencari posisi knalpot sang CBR650F. Tangkinya yang lebar cocok untuk menyematkan tankbag bagi para eksekutif yang membutuhkan lokasi penempatan barang-barang kebutuhan.
13083297_10207919976591328_2304164897402465539_n 13133280_10207920374641279_3136265593637812720_n

Motor yang saya tes selama satu minggu ini mempunyai mesin DOHC 16katup 4 silinder segaris diameter piston 67mm dan panjang stang seher 46mm dengan total kapasitas mesin 648,7mm bersistem pendingin cairan sehingga menghasilkan torsi 63Nm di 8000rpm dengan daya maksimum 64Kw di 11.000rpm yang dapat disalurkan melalui 6 percepatan. Menurut saya motor ini Daily Sport Big Bike nya Honda karena selain  dengan posisi riding yang cocok untuk perkotaan, powernya pun tidak terlalu meledak-ledak dibawah tetapi tetap sangar di rpm atas sehingga CBR650F mendapatkan gelar motor dengan power terbesar di kelasnya

13103357_10207926672838730_7305597954078488152_n 13133251_10207926672958733_2781484488244144947_n

Sistem bahan bakar CBR650F ini dibekali oleh PGM-FI Programmed Circuit Automatic Enrichment Circuit berdiameter throttle body 32mm berpadu dengan sistem pengapian Digital Transistorized Ignition menggunakan kompresi 11  dapat menghasilkan konsumsi bensin 1:15km di dalam kota. Kapasitas total bahan bakarnya mencapai 17.3liter. Sehingga Jakarta – Bandung tidak perlu kebingungan mencari pom bensin.Dengan suspensi teleskopik, bobot mesin yang fokus dibawah membuat pengendara nyaman dalam bermanuver membelah kemacetan Jakarta.

13177471_10207977924799997_7161197771935597913_n

Jarak antar as roda CBR650F adalah 1.1450 mm dengan tinggi dari tanah menuju fairing bawah 130mm. Jarak ini memudahkan pergerakan para rider khususnya rider-rider pemula untuk bermanuver di perkotaan maupun trek lurus didukung dengan berat CBR650F yang hanya 461pounds dan basis rangka berukuran 2.110 x 755 x 1.145 mm. Rangka steel pipe diamondnya membuat motor tetap stabil dan tahan panas dalam kondisi ekstrim.Soal pengereman tidak perlu diragukan lagi, dengan pengereman depan Nissin two-piston calipers with dual 320 mm discs dan belakang Single-caliper 240mm disc.

13179374_10207977925240008_5656649391875934407_n13226803_10207977923639968_925614778561875848_n

 

PERBEDAAN COIL YZ YANG TERDAPAT KERTAS COKLAT DAN TIDAK

Hari ini ada konsumen yang bertanya perbedaan antara coil YZ125 dengan harga empat ratus ribu rupiah dan yang harga lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah. Perbedaan pertama yang terlihat jelas adalah YZ yang mahal terdapat kertas coklat bertuliskan Yamaha di dalam plastiknya. Kedua, kabel coil ini sama-sama terdapat tulisan kurabe dengan tahun produksi masing-masing hanya saja panjang kabel koil YZ yang mahal lebih panjang. Ketiga, tonjolan yang terdapat di sebelah socket coil pada YZ yang lebih murah berwarna putih dan lebih tinggi dibandingkan dengan Coil YZ yang lebih mahal tonjolannya lebih rendah dan berwarna kebiruan. Keempat, cetakan kode warna putih pada badan coil YZ yang mahal lebih jelas dibandingkan YZ yang murah. Kedua coil ini sama-sama bertulisna Made in Japan dan mempunyai lubang baut bulat tidak lonjong.

YZ 125 OriYZ125

 

HONDA NM4 VULTUS – FUTURISTIC MATIC 

Ketika saya melihat motor ini yang pertama terlintas di benak saya adalah ini motor Batman dari Gotham City, warna fairing hitam depannya yang berwarna hitam dove dan lebar seperti sayap kelelawar. Headlampnya kecil tetapi secara keseluruhan bentuknya sangat futuristik. Dari samping tampilan choppernya cukup macho. Joknya lebar dan empuk. Jok belakangnya dapat dilipat sebagi tempat bersandar. Stangnya lebar dan menjulur ke belakang mendekati rider. Ground clearancenya tinggi tetapi posisi duduknya tetap rendah, dengan tinggi 170cm saya tetap bisa menapak dengan mudah.

13230359_10207977925000002_7517625643924481132_n

Canggihnya ternyata motor ini adalah motor matic dengan Automatic Dual-Clutch Transmission (A-DCT)  dua pilihan menu D dan S, perbedaannya adalah  untuk mode S motor berganti gigi di rpm yang lebih tinggi. Di bagian kiri fairing terdapat rem tangan yang bisa ditarik sama seperti motor-motor matic Honda lainnya yang rem tangannya terdapat di handle rem sebelah kiri. Walaupun motor matic, motor ini tetap menggunakan rantai dengan ukuran 520. Di bagian depan fairing kiri kanannya terdapat bagasi kecil.

13179267_10207977923399962_9218359637015706238_n

Ketika mencoba mengendarai motor ini, torsinya terasa sangat besar. Dengan spesifikasi mesin SOHC 2 silinder paralel bertenaga 750 cc yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 40,3 kW pada putaran mesin 6.250 rpm serta  menghasilkan torsi maksimum mencapai 68 Nm pada 4.750 rpm  Vultus mampu berakselerasi dari jarak 0-100 km dalam waktu 6,5 detik dengan kecepatan 168 km/jam.

13221638_10207977925440013_7864008218757002565_n 13151569_10207977923799972_3278663621862349097_n

 

XCSR HURRICANE

Dalam lintasan, kami biasanya menggunakan dua buah aki. Bukan supaya outputnya bisa menjadi dua kali lipat tapi untuk menjaga kestabilan arus. Dimana aki kedua menjadi cadangan dari aki pertama, belajar dari kekalahan yang disebabkan oleh hanya menggunakan 1 aki yang  menyebabkan motor gagal finish. Selain menggunakan 2 aki, kami juga menggunakan XCSR Hurricane Volt Stabilizer. Alat ini ketika ditempelkan ke aki dan dilepas kemudian diukur menggunakan voltmeter akan memiliki voltase yang sama dengan aki yang ditempelnya. Di atas mesin dyno persentase peningkatannya memang tidak banyak tetapi output motor lebih stabil. Banyak keraguan apakah alat ini cocok digunakan di pengapian total loss dan kemudian kita melakukan pengetesan di lintasan pada acara D’Event bulan April 2016 ternyata hasilnya tidak mengecewakan karena bisa mendapatkan hasil best time kedua walaupun menghadapi motor-motor dengan kapasitas mesin yang jauh lebih besar.

Jpeg231